Mengimpor barang dari China ke Indonesia merupakan bagian penting dari kegiatan usaha, termasuk perdagangan kain, pakaian, sajadah, dan karpet. Namun, ongkos kirim murah saja bukan ukuran layanan yang baik. Sebelum memilih penyedia jasa, periksa transparansi biaya, dokumen, komunikasi, dan penanganan risiko.
1. Jangan terpaku pada harga paling murah
Mintalah rincian biaya tertulis: dasar perhitungan CBM atau berat, cakupan layanan, biaya penanganan, dan kemungkinan biaya tambahan. Bandingkan penawaran dengan ruang lingkup yang sama agar tidak keliru.
2. Periksa pemahaman tentang kepabeanan
Tanyakan bagaimana penyedia jasa memeriksa klasifikasi HS Code, dokumen, serta ketentuan impor untuk kategori barang Anda. Produk tertentu dapat memerlukan perizinan atau pemeriksaan khusus. Hindari janji jalan pintas yang melanggar aturan.
3. Pilih yang memahami kategori barang Anda
Pengiriman tekstil, garment, sajadah, dan karpet memiliki kebutuhan pengemasan, dokumentasi, dan penanganan yang bisa berbeda. Jelaskan bahan, fungsi, jumlah, dan foto barang sejak awal.
4. Sesuaikan pilihan LCL atau FCL
LCL memungkinkan pengiriman barang yang berbagi ruang kontainer dengan muatan lain. FCL menggunakan satu kontainer untuk pengiriman tertentu. Bandingkan volume, biaya total, waktu, dan kebutuhan penanganan sebelum memilih.
5. Pastikan komunikasi dan pembaruan status jelas
Tanyakan siapa kontak operasional Anda, kapan pembaruan status diberikan, dan bagaimana kendala diinformasikan. Respons yang jelas sangat membantu ketika jadwal atau dokumen berubah.
6. Minta estimasi waktu yang realistis
Jadwal kapal, kepadatan pelabuhan, pemeriksaan kepabeanan, dan kelengkapan dokumen dapat memengaruhi waktu pengiriman. Perlakukan estimasi sebagai perkiraan, bukan jaminan tanpa syarat.
7. Pahami tanggung jawab, klaim, dan asuransi
Sebelum mengirim barang bernilai tinggi, tanyakan prosedur klaim, bukti yang diperlukan, batas tanggung jawab, serta pilihan asuransi jika tersedia. Simpan penawaran dan kesepakatan secara tertulis.